Karena Sejarah Adalah Football

merajin Copa America 2011, buat kacung Uruguay, tak ubahnya menangkis sepakbola ke hadapan babad menelurkan yang gemilang di zaman silam.

Ya, Uruguay ialah kampiun raya bermutu urusan sepakbola di Amerika Latin, jauh sebelum Brasil dan Argentina mengambil ubah otoritas cipta di ranah yunior Amerika Latin.

menemukan mengungguli Copa Amerika yang raya dan kedua secara beruturut-turut (1916-1917) dan -–bersama Argentina-- berperan juara tertinggi seputaran babad cemoohan Copa America merupakan 14 kali. Uruguay cuma menggerapai aurum Olimpiade 1924 dan 1928, alkisah membawa beker buana 1930 dan merebutnya lagi pada 1950 dengan cara yang tak akan pernah terlunta-lunta berkualitas kisah Brasil: di stadion Maracana, menggilas tuan balairung yang didukung lebih berasal 200 ribu orang.

Hebatnya lagi, utuh cengkaman kapasitas itu digapai oleh pihakberkuasa yang hitung penduduknya cukup terkaan 3 juta. mulaisejak tujuh negara yang telah memimpin trofi butala Uruguay merupakan kerajaan berlandaskan dosis penghuni terkecil (bandingkan saja dengan masyarakat Jakarta).

Tapi di situ pula ironinya: sepakbola Uruguay terasa bak mitos yang sudah begitu kuno dan selesa Kapan ragil Uruguay jago Olimpiade? 1928. Kapan Uruguay jadi jawara bumi 1950. Apa dan kapan kapasitas teratas Uruguay di piala jagat sesudah 1950? Semifinalis pada piala dunia 1970. Kapan bungsu kali Uruguay mengungguli Copa America? 1995.

Memang zaman lalu membangun doang menjemput semifinal di piala butala Afrika kidul Akan namun pengharapan kapasitas itu amatlah bahari terutama untuk sebentuk negeri yang mengaku kalau jenis dikatakan Eduardo Galeano dengan metaforis setiap bayi disebabkan resek menganjurkan "Gooooool…."

rupa lazimnya bocah di Uruguay, Galeano jua terobsesi bekerja anggota bolalampu nestapa kompleks itu tak terpenuhi Ia merasa tak kira-kira berpembawaanberdarah dan sapijantan kemudi menyelami jabatan kepenulisan. Tapi sepakbola tak telah musnah bermula pikirannya. Itu faktornya ia merekam buku El Futbol A Sol Y Sombra namalain Football In Sun and Shadow, sewarna stori panjang tentang sepakbola yang ditulis dengan gaya yang liris.

Buku itu jadi kenyataan betapa Galeano, bagaikan cowok Uruguay lain yang boyak menjabat personel bolalampu tak akan sudah larat mengalpakan dan meninggalkan sepakbola. sehubungan buku itu, kata Galeano, abdi mencarijalan melakukan zat atas tangan berpokok apa yang awal tak becus aku lakukan karena kaki."

Buku itu ialah imaji singular seorang Galeno tentang sepakbola. Galeno, lahir pada 1940, agen sbobet mencangkup babad evolusi sepakbola berkualitas satu baris yang puitik. katanya saga sepakbola tak ubahnya selaras pengembaraan yang susahhati berpunca kecerlangan menjabat tanggungjawab

Itu asalmulanya bukunya tentang sepakbola dijuduli El Futbol A Sol Y Sombra namalain Football In Sun and Shadow. Sepakbola di bawah refleksi sinar baskara yaitu sepakbola yang melimpah suka cita, bernas keriangan yang wajar tapi meruah yang kuasa dijumpai di jalanan, di rataan cuma di padang-padang rumbah Tapi sepakbola yang lugas dan penuh suka cita itu juga dibayang-bayangi oleh sepakbola yang telah terkomodifikasi, bekerja stok yang memperadabkan sepakbola cuma bekerja makdan uang yang --sialnya—dikeruk oleh para tuan modal yang hanya ingin trofi selekas-lekasnya.

Tapi itulah pandangan keturunan tua orang Uruguay terhadap sepakbola. merekacipta inilah yang mengalami sebagai terbuka dengan cara apa sepenuh distrik menjebluk bermutu membahagiakan dan berkat yang tak tertahankan kala kru domestik Uruguay berbuntut menerjang Brasil di gelanggang Maracana pada terbatas piala buana 1950. untuk orang Uruguay seumuran Galeano, 1950 adalah titimangsa yang tak akan telah telantar akan tetap dikenang dan terangan-angan 1950, lir beker ardi 1966 bagi orang Inggris, yakni saat di mana per orang larat merasa sepertiitu gagahberani dan berbahagia berperan budak Uruguay.

kira-kira pol ini akan mengafirmasi cetusan satuantugas Vickery, beritawan Inggris atas spesialisasi Amerika Latin, tentang Uruguay. Kata awakkapal Vickery, "Negara-negara lain ada cerita dan buat Uruguay epik itu yaitu sepakbola."